Skip to main content

Posts

Featured

Jiwa Yang Meronta

Aku melihat kehidupan yang telah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun; kehidupan yang saban hari memberi makan kepada nafsu dan sifat keakuanku, sehingga hati ini semakin jauh daripada Tuhan Yang Maha Esa. Tatkala Dia membuka jalan untuk aku kembali kepada-Nya, hatiku meronta dalam kesakitan. Peritnya seolah-olah ditoreh dan disiat-siat, ibarat luka yang tidak kelihatan di mata, namun diperah dengan limau. Pedihnya hanya mampu dirasakan oleh jiwa yang sedang dipulangkan kepada Pemiliknya. Barulah aku mengerti, yang menjerit kesakitan itu bukanlah hati, tetapi nafsu dan sifat keakuan yang selama ini hidup subur dalam diri. Segala yang selama ini aku anggap sebagai diriku sedang dilucutkan satu persatu. Rupanya, untuk kembali kepada-Nya bukan sekadar meninggalkan dosa, tetapi membiarkan diri yang lama itu mati sedikit demi sedikit. Aku sedar aku tiada kudrat, tiada daya, dan tiada upaya untuk memikul semua ini sendirian. Yang mampu aku lakukan hanyalah memohon ihsan daripada-Nya ag...

Latest Posts

Iblis Berwajah Manusia itu AKU

Harga Yang Mahal

Hidup ini Hanya Sementara

Warkah untuk mu

Is it really a journey?

Jujur itu Sial

Apa Bisa Kata Jika Dusta Bagi Mereka

Cerita Kita

Hilang Rasa

Aku Akan Pulang